Nimbrung di Kisruh PDIP Vs PD, Kubu Moeldoko Singgung SBY Bohongi Mega

Muhammad Rahmad (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Muhammad Rahmad (Sachril Agustin Berutu/detikcom)

Sumberberita, Jakarta – Kubu Moeldoko nimbrung di kisruh PDIP dengan Partai Demokrat (PD) berkaitan dengan pernyataan Kepala Bakomstra DPP PD Herzaky Mahendra Putra soal Megawati Soekarnoputri menggulingkan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) saat menjadi Presiden RI. Meski Herzaky sudah minta maaf, kubu Moeldoko menyinggung Partai Demokrat, khususnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memang kerap melakukan kebohongan.
Tudingan tersebut disampaikan juru bicara kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad. Dia awalnya menyinggung terkait sejumlah kebohongan yang diklaimnya sebetulnya sudah pernah dilakukan Partai Demokrat.

“Ketika SBY maju capres tahun 2003, yang menumpang di Partai Demokrat, aneka kebohongan sebetulnya sudah terasa lazim dilakukan SBY. Tahun 2003 itu SBY menyatakan loyal kepada Presiden Megawati dan tidak maju sebagai capres, ternyata SBY berbohong ke Presiden Megawati. SBY menggunakan siasat terzalimi dan maju pilpres mengalahkan Presiden Megawati,” kata Rahmad kepada wartawan, Rabu (6/10/2021).

Rahmad lalu menyampaikan apa yang disebutnya sebagai kebohongan SBY lainnya terkait pendirian Partai Demokrat. Tak hanya itu, dia menyinggung AD/ART Partai Demokrat 2020.

“Kebohongan fundamental lainnya adalah soal pendiri Partai Demokrat. SBY tidak terlibat sebagai pendiri PD pada 2001, akan tetapi pada Mukadimah AD/ART PD Kongres 2020, SBY menjadi founding father bersama Ventje Rumangkang dan menghilangkan 98 founding father lainnya. Kebohongan yang mungkin akan berbuah karma untuk SBY dan keturunannya,” katanya.

Lebih lanjut, Rahmad lalu membahas terkait pernyataan Herzaky soal Megawati menggulingkan Gus Dur. Dia menyebut Herzaky tidak asal bicara saat menyampaikan tuduhan Megawati menggulingkan Gus Dur.

Menurutnya, ketika akhirnya Herzaky meminta maaf pada Selasa (5/10), pernyataannya tetap tidak bisa dianggap main-main. Sehingga, kata dia, tidak cukup jika hanya Herzaky yang meminta maaf.

Dia pun menyebut beberapa fakta ini menekankan akan sangat sulit ke depannya mempercayai kata-kata yang keluar dari Partai Demokrat. Dia lalu mempertanyakan apakah SBY dan AHY memang sengaja memelihara para pembohong di lingkup internal partai.

“Akan sangat sulit dipercaya kata-kata yang keluar dari mulut pembohong. Bentuk kebohongan yang nyaris sempurna adalah manipulasi isi AD/ART Partai Demokrat tahun 2020 yang memasukkan SBY sebagai pendiri dan keinginan SBY mempertahankan paham tirani, otoriter, dan oligarki, namun dibalut dengan tagline berkoalisi dengan rakyat dan mengaku menyelamatkan demokrasi. Mungkinkah SBY dan anak kandungnya, AHY, pelihara pembohong untuk mengelabui rakyat?” ungkapnya.

Untuk diketahui, Herzaky Mahendra Putra sempat menyampaikan permintaan maaf terkait pernyataannya yang menyebut Megawati Soekarnoputri menggulingkan Gus Dur saat menjadi Presiden RI. Herzaky mengaku kepeleset lidah saat menyampaikan pernyataan Megawati menggulingkan Gus Dur.

“Saya ini pengagum Gus Dur dan NU. Saya juga hormat kepada Ibu Megawati sebagai mantan presiden. Mohon maaf saya kepeleset lidah saat tanya-jawab setelah konferensi pers,” kata Herzaky saat dihubungi, Selasa (5/10).

Herzaky mengaku bukan bermaksud menyampaikan Megawati menggulingkan Gus Dur. Dia menyebut yang dimaksud adalah Megawati menggantikan Gus Dur sebagai presiden.

source : news.detik.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *